07/12/2017 No Comments Redaksi INFO KAMPUS , , , , ,

Solidaritas-uinsa.org—Rabu (6/12) CSSMoRA UIN Sunan ampel Surabaya mengadakan Lomba Kaligrafi Kontemporer Se-Jawa, dalam rangka memeriahkan Dies Natalis CSSMoRA UINSA yang ke-11 di gedung Sport Center UINSA. CSSMoRA UINSA terhitung sudah dua kali mengadakan lomba kaligrafi. Tahun lalu, lomba ini diadakan dengan kuota peserta se-Jawa Timur. Namun, sekarang peserta lebih banyak dan beragam karena berasal dari seluruh Jawa.

Dalam lomba ini panitia mengangkat tema “Pamerkan Keindahan Kalam Ilahi dengan Goresan Seni Qur’ani”. Najwan Nada selaku ketua panitia menuturkan alasan pemilihan tema, “Kami mengangkat tema tersebut dikarenakan mahasiswa UINSA yang notabene merupakan santri, sedangkan santri mempunyai kewajiban untuk berdakwah, maka dengan diadakannya lomba kaligrafi ini merupakan sebagian dari dakwah karena dakwah tidak hanya ceramah dan tilawah saja. Mengukir kalimat-kalimat Tuhan dengan seni dan semenarik mungkin itu juga termasuk sebagian dari dakwah,” jelasnya kepada Solidaritas.

Jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 61 peserta, namun 5 orang berhalangan hadir. Lomba ini terbuka untuk umum bagi seluruh penduduk Jawa, batas usia peserta maksimal 23 tahun. Acara yang dimulai jam 07.00 WIB dan berahir jam 20.00 WIB rampung dengan penutupan sekaligus pengumuman pemenang. Sedangkan pembagian hadiah akan diserahkan pada malam puncak Dies Natalis.

Konsentrasi: Terlihat peserta lomba kaligrafi mengikuti lomba di sela-sela perbaikan gedung SC.

Ketika lomba berlangsung, panitia sangat khawatir peserta tidak fokus menyelesaikan karyanya, sebab SC sedang ada perbaikan. Ketua panitia yang biasa disapa Nada merasa khawatir, “Awalnya kami khawatir proyek ini akan mengganggu konsentrasi peserta, tapi kami sudah berbicara dengan para pekerja untuk tidak terlalu ramai. Sehingga meski SC sedang proses renovasi sama sekali tidak mengganggu acara ini.”

Nurul Huda, peserta asal Jogjakarta menuturkan, “Saya sangat bersemangat dalam mengikuti acara ini, karena saya dapat mengetahui perkembangan kaligrafi di seluruh Jawa. Itu (perbaikan gedung, Red) tidak mengendorkan semangat dan kefokusan saya. Juga saya tidak merasa terganggu, sebab saya harus menampilkan yang terbaik,” ungkapnya kepada Solidaritas setelah acara.

Di tengah-tengah peserta mengerjakan karyanya, panitia memberikan tambahan waktu. Dari 5 jam menjadi 7 jam dengan istirahatnya. Ini terjadi karena SC bisa digunakan sampai malam. “Dulunya kita hanya bisa menggunakan SC ini sampai azan Asar saja. Namun ternyata kita bisa menggunakan SC ini sampai malam. Sehingga waktu-waktu yang kami pepet-pepetkan dulu kami memperpanjangnya,” pungkas Nada, mahasiswa Bimbingan Konseling Islam semester 5 tersebut. (sfk)

Comments

comments