21/02/2018 No Comments Redaksi KEGIATAN ORGANISASI

solidaritas-uinsa.org – Sabtu (17/02) beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menggelar berbagai acara, salah satunya  Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Solidaritas yang telah mengesahkan semua projectnya selama satu periode dalam Rapat Kerja Pengurus yang dilaksanakan di Yayasan Mukmin Mandiri Bougenville Graha Tirta, Sidoarjo. Acara ini merupakan jantung dari LPM Solidaritas sendiri, sebab didalamnya membahas mengenai bagaimana cara mengemudi setir LPM Solidaritas ke depannya agar tidak mengalami kevakuman organisasi. Rapat Kerja tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus LPM Solidaritas mengigat acara ini  merupakan proyek internal LPM Solidaritas sendiri. Beberapa kegiatan baru dilampirkan dalam lembaran kerja untuk mempermudah setiap divisi dalam memaparkan program kerja mereka.  Acara ini diikuti oleh pengurus yang terbagi dalam beberapa divisi, diantaranya Badan Pengurus Harian (BPH), Divisi Redaksi, Divisi Human Resource Development (HRD), Divisi Perusahaan, serta Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang).

Raker yang dilaksanakan tahun ini  mengusung tema “Persma Sejati, Mengabdi dari Hati”  yang diharapkan bisa meningkatkan kinerja para anggotanya. Wiji Agustin Sasmita, Pimpinan Umum LPM Solidaritas dalam sambutannya mengharapkan untuk semua pengurus LPM Solidaritas bisa merealisasikan program kerja dari  divisi masing-masing  serta  mampu membagi waktu dengan baik. “Banyak pengurus yang senang  karena  raker yang semula dijadwalkan selesai dalam dua hari mampu terlaksana hanya dalam satu hari disebabkan oleh  tepatnya waktu dan kerjasama yang baik antar panitia dan kru LPM Solidaritas,” ungkap Isna Zakiya Nurul. M (20) yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia dalam acara tersebut. Acara Raker kali ini dinilai berjalan lebih baik jika dibandingkan dengan  periode sebelumnya, raker pada periode ini lebih tepat waktu serta mampu melahirkan beberapa proker guna mengembangkan LPM Solidaritas sendiri, seperti Divisi HRD yang memiliki terobosan baru lewat Diklat Videografi Jurnalistik. Selain itu, raker periode ini juga menyiapkan projeknya secara matang. Sehingga tidak banyak terjadi perdebatan saat acara pembacaan proker berlangsung.

Dalam setiap acara pasti ada kendala, begitupun dalam acara raker kali ini yang sempat terkendala karena layar proyektor yang tidak dapat ditangkap mata akibat terkena sinar matahari. Namun hal tersebut tidak menjadi bumerang untuk acara ini, sebab ada cara alternatif mengatasi masalah ini yakni dengan memperbanyak jumlah lembar program kerja antar divisi. Mulai dari pemberangkatan sampai tiba di tempat pelaksanaan mampu memberi jawaban hangat pada anggota raker, sebab mereka tidak membuang waktunya sia-sia untuk hanya sekedar saling menunggu antar anggota raker. Meskipun ada beberapa anggota raker yang merasa kurang efektif akibat menunggu kendaraan. Namun pengonsepan waktu yang seperti itu harus dipertahankan dan lebih dimaksimalkan lagi di tahun depan. (Zum)

Comments

comments